Isnin, 31 Ogos 2009

renugan wat semua



82. Al Infithaar

AL INFITHAAR (TERBELAH)
SURAT KE 82 : 19 ayat

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha PenyayangCELAAN TERHADAP MANUSIA YANG DURHAKA KEPADA ALLAH

1-Apabila langit terbelah,

2-dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan

3-dan apabila lautan menjadikan meluap

4-dan apabila kuburan-kuburan dibongkar,

5-maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya.

6-Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah.

7-Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang,

8-dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu.


9-Bukan hanya durhaka saja, bahkan kamu mendustakan hari pembalasan.

10-Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi

11-yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu),


12-mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.


13- Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam syurga yang penuh kenikmatan,

14- dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka

15- Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan.


16- Dan mereka sekali-kali tidak dapat keluar dari neraka itu.


17- Tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?

18- Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?

19- (Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.

TERTAWA DI DUNIA MENANGIS DI AKHIRAT

Dalam satu hadith, Nabi saw bersabda'Banyak tertawa dan tergelak-gelak itu mematikan hati'.
Banyak tertawa menjadikan hati semakinmalap dan tidak berseri. Lampu hati tidak bersinar dan akhirnya terus tidakmenyala. Hati tidak berfungsi lagi.
Nabi Muhammad melarang ummatnya darigelak-ketawa yang melampuai batas. Menurut hadith, banyak ketawa menghilangkanakal dan ilmu. Barangsiapa ketawa tergelak-gelak, akan hilang satu pintudaripada pintu ilmu.
Kenapa dilarang ketawa berdekah-dekah?Dalam keadaan suka yang keterlaluan, hati kita lalai dan lupa suasana akhiratdan alam barzakh yang bakal kita tempuhi kelak. Sedangkan dahsyatnya alamtersebut tidak dapat dinukilkan dalam sebarang bentuk media. Kita sedangmenuju ke satu destinasi yang belum tentu menjanjikan kebahagiaan abadi.Sepatutnya kita berfikir bagaimana kedudukan kita di sana nanti, sama adaberbahagia atau menderita. Berbahagia di dunia bersifat sementara tetapidi akhirat berpanjangan tanpa had. Penderitaan di dunia hanya seketikatetapi di akhirat azab yang berterusan dan berkekalan. Merenung dan memikirkankeadaan ini cukup untuk kita menghisab diri serta menyedarkan diri kitatentang bahaya yang akan ditempuh.
"Tertawa-tawa di masjid menggelapkansuasana kubur". Demikian ditegaskan oleh Nabi saw. Kita sedia maklum, kuburialah rumah yang bakal kita duduki dalam tempoh yang panjang. Kita keseorangandan kesunyian tanpa teman dan keluarga. Kubur adalah satu pintu ke syurgaatau neraka. Betapa dalam kegelapan di sana, kita digelapkan lagi dengansikap kita yang suka terbahak-bahak di dunia.
Ketawa yang melampaui batas menjadikankita kurang berilmu. Apabila kurang ilmu, akal turun menjadi kurang. Kepekaanterhadap akhirat juga menurun. Nabi saw pernah bersabda: "Barangsiapa tertawa-tawanescaya melaknat akan dia oleh Allah (Al-Jabbar). Mereka yang banyak tertawadi dunia nescaya banyak menangis di akhirat."
Saidina Ali sentiasa mengeluh '....jauhnyaperjalanan ... sedikitnya bekalan ....' Walaupun hebat zuhud dan ibadatbeliau, namun merasakan masih kurang lagi amalannya. Betapa kita yang kerdildan malas beribadat ini sanggup bergembira 24 jam.
Dalam hadith lain, Nabi saw bersabda"Barangsiapa banyak tertawa-tawa, nescaya meringankan oleh api neraka."Maksudnya mudah dimasukkan ke dalam neraka.
Kita tidak pula dilarang menunjukkanperasaan suka terhadap sesuatu. Cuma yang dilarang ialah berterusan gembiradengan ketawa yang berlebihan. Sebaik-baik cara bergembira ialah sepertiyang dicontohkan oleh Nabi saw. Baginda tidak terbahak-bahak tetapi hanyatersenyum menampakkan gigi tanpa bersuara kuat.
Para sahabat pernah berkata "Ketawasegala nabi ialah tersenyum, tetapi ketawa syaitan itu tergelak-gelak."

IRSYAD AL-FATWA KE-42: HUKUM ZIARAH KUBUR PADA HARI RAYA

Assalamualikum w.b.t hari ini tanggal puasa hari yang ke 4.....syukur kita masih di panjangkan umur dan dapat berjumpal agi ramadhan dan se...